Posted on

Belajar dari cerita #EllyRisman #SNSD

elly Risman

Perdebatan di sosial media muncul ketika Ibu Elly Risman mengomentari cuitan Triawan Munaf yang akan mendatangkan grup vokal SNSD pada acara Count Down to Asian Games 2018. Acara yang direncanakan pada 18 Agustus 2017 itu kemudian disalahpahami sebagai acara perayaan kemerdekaan dengan diisi oleh grup vokal luar negeri. Adalah Ibu Elly Risman, seorang psikolog terkenal yang kemudian mengkritik acara ini. Yang paling mengejutkan adalah bagaimana tuduhan bahwa SNSD adalah simbol seks dan pelacuran yang tidak berdasar sama sekali. Disertakan link dari portal berita http://www.posmetro.net/ untuk mendukung opininya malah menjadi bumerang karena portal berita tersebut terkenal dengan kredibilitas rendah. Ibu Elly Risma akhirnya minta maaf atas kekeliruannya, namun jejak digital sudah terlanjur menyebar.

elly Risman2.JPG

Posted on

Prihatin dengan Public Toilet

wp_20170102_20_36_28_pro

Terasa sulit ternyata mendapatkan toilet umum yang nyaman di kota jakarta dan bandung seperti yang dirasakan oleh penulis. Mungkin ini ada hubungannya dengan standar umum layanan publik masyarakat yang masih rendah. Namun begitu ini ada tips dari saya untuk mendapat toilet publik yang nyaman: carilah rumah sakit kelas atas yang ramai di tengah kota. Biasanya standar kebersihannya di atas rata-rata.

Posted on

hoax: Botol Miras “Equil”

hoaxequil

Ini pernyataan hoax atas foto Pak Tito Karnavian, Ahok dan Maruarar disangka minum miras. Banyak statement di kolom comment TS yang membantahnya bahwa itu adalah botol air mineral “Equil”. Lalu kemudian media kompas.com memberitakan bahwa botol itu adalah botol air mineral “Equil”. Link berita kompas.com ada pada tautan ini.hoaxequil2

 

Posted on

hoax!

antihoax

Alam raya bersedih ketika banyak informasi tidak benar (hoax)  menjadi viral justru karena dianggap benar. Itulah potret yang terjadi di pengguna media sosial Indonesia saat ini. Masa-masa Pilkada DKI menjadi ladang subur bagi para penikmat hoax untuk melancarkan produknya masing-masing. Apa tujuan mereka melakukannya? SatuParagraf belum dapat membuat kesimpulan, tapi motifnya bisa bermacam-macam mulai dari Black Campaign kandidat pesaing sampai pada motif memperkaya diri sendiri melalui internet marketing. SatuParagraf akan mengumpukan koleksi-koleksi hoax ini untuk nostalgia dimasa depan.